Transfusion Associated Circulatory Overload

Transfusi merupakan proses transplantasi paling sederhana, yaitu pemindahan darah dari donor ke resipien. Transfusi sebaiknya hanya dilakukan atas dasar indikasi dan urgensi, jika tidak dilakukan secara tepat dan rasional dapat menimbulkan berbagai akibat yang fatal. Salah satu akibat transfusi yang dapat terjadi adalah Transfusion Associated Circulatory Overload (TACO) (Ness, 2000).
Edema paru adalah akumulasi cairan ekstravaskular di paru yang terjadi karena peningkatan tekanan hidrostatik atau kerusakan fungsi barier yang seharusnya menjaga pergerakan cairan dan protein di paru(Murray 2012).Transfusion Associated Circulatory Overload (TACO)merupakan salah satu bentukedemaparu kardiogenikdisebabkan peningkatan tekananhidrostatiksetelah1 sampai 6 jam pemberian transfuse(Elizabeth 2009; Murray 2012).
Transfusi darah salah satu terapi utama pada banyak kasusmempunyai komplikasi. Angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi transfusi darah Transfusion Associated Circulatory Overload (TACO) sebanyak 1-8% dan menempati tingkat kedua kematian pada tahun 2007 akibat transfusi darah ataupun transfusi plasma menurutFood and Drug Administration (FDA)(Elizabeth 2009; Popovsky 2013).
            Keluhan sesak, hipertensi, dan hipoksia timbul 1-6 jam setelah transfusi.(Andreu 2009; Elizabeth 2009; Murphy 2013; Popovsky 2013).Kecepatan dan jumlah darah transfusi mempengaruhi timbulnya komplikasi, tetapi faktor resiko TACO sampai sekarang belum dapat ditentukan secara pasti.Wanita, umur kurang 3 tahun atau lebih 60 tahun, riwayat sakit ginjal dan sakit jantung mempunyai angka kejadian TACO lebih tinggi (Murphy 2013).

            Diagnosis banding efek samping transfusi pada paru selain TACO adalah Transfusion Related Acute Lung Injury (TRALI), syok anafilaksis, kontaminasi bakteri dalam darah transfusi dan reaksi hemolitik transfusi. Kesulitan utama membedakan TACO dan TRALI disebabkan gejala dan onset yang timbul hampir sama tetapi memiliki terapi yang berbeda yang harus diketahui para dokter dan tenaga medis (Andreu 2009).