TATALAKSANA NYERI KANKER

Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan yang nyata atau berpotensi terjadi kerusakan. Sebenarnya nyeri merupakan mekanisme proteksi yang terjadi manakala jaringan mengalami kerusakan atau potensial terjadi kerusakan. (Guyton, 2006)
Menurut The International Association for the Study of Pain (IASP) menggarisbawahi bahwa persepsi nyeri dipengaruhi oleh kondisi fisik, emosional dan psikologis. Nyeri tidak selalu erat hubungannya dengan derajat kerusakan jaringan yang terjadi. Penanganan nyeri yang hanya berdasarkan pemeriksaan fisik dan penemuan laboratorik menyebabkan kegagalan anestetis dalam penanganan nyeri yang adekuat.  (Stoelting, 2006)
 The National Cancer Institute memperkirakan bahwa akan didiagnosis 1.660.290 pasien kanker baru dan diperkirakan sekitar 580.350 orang Amerika meninggal karena kanker pada tahun 2013. (American Cancer Society, 2013)
Kanker adalah penyebab kedua kematian di Amerika Serikat, jika dihitung ada 1 kematian karena kanker dari setiap 4 kematian. Pasien dengan kanker menderita banyak gejala yang mempengaruhi kualitas hidup mereka. Nyeri adalah salah satu gejala yang paling ditakuti pada kanker, sayangnya, sering kurang dirawat. Walaupun dengan penggunaan obat nyeri dengan dosis besar, pada 50% pasien akan berlanjut menjadi neri sedang-berat. (Van den Beuken et al, 2007)

 Pedoman menegemen nyeri kanker, meskipun dipublikasikan secara luas, belum diterapkan secara universal sehingga menimbulkan kesenjangan dalam pengobatan nyeri. (Zech DF et al, 1995)