Pengelolaan Cairan perioperative Pada Pediatri

Ketidakseimbangan cairan sering terjadi pada anak-anak dikarenakan ukuran tubuh anak yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, permukaan tubuh yang lebih luas jika dibandingkan dengan rasio volume tubuh dan homeostatis yang belum sempurna. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan cairan pada anak. Perbedaan fungsi organ dan respon farmakodinamis terkait dengan usia yang berbeda pada bayi dan anak menambah kompleks pengelolaan cairan pada anak ( Charles, 2009).
Pada anak anak, Kebutuhan cairan perioperatif dapat berubah dengan cepat akibat tindakan anestesi, prosedur operasi yang komplek, perubahan suhu tubuh dan lingkungan, metabolisme serta perpindahan cairan antar kompartemen. Terapi penggantian cairan pada pasien pediatrik didasarkan pada pemahaman mengenai perubahan fisiologis yang terjadi pada masa anak-anak, serta terhadap gangguan-gangguan yang mungkin muncul sebagai akibat dari penyakitnya.
Terapi cairan perioperatif perlu dipertimbangkan sebagai resep medis dimana volume dan komposisinya perlu disesuaikan dengan status pasien, tipe operasi dan hal-hal yang akan terjadi pada periode postoperatif. Terapi cairan perioperatif bertujuan untuk memberikan kebutuhan cairan untuk pemeliharaan, dalam mengkoreksi defisit cairan dan dalam memberikan volume cairan yang diperlukan untuk mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat. Tujuan dari pemberian cairan perioperatif adalah untuk memberikan cairan rumatan dan cairan pengganti (kehilangan cairan pre-operatif selama periode puasa, kehilangan cairan dan elektrolit intraoperatif, serta kehilangan darah) ( Morgan, 2013 ).
Manajemen cairan intraoperative adalah element yang penting pada anestesi terhdap tindakan pembedahan anak-anak. Koreksi manajemen cairan dipergunakan untuk menggantikan volume intravascular, menjaga cardiac output dan menjaga distribusi oksigen ke jarngan. Pada anak sangat sensitive terhadap perubahan volume cairan, dan kesalahan pada manajemen cairan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada pembedahan anak,walaupun hanya tidakan ‘simple procedure’. Pada Tinjauna pustaka ini penulis mencoba memaparkan tentang penatalaksaan terapi cairan intraoperative pada pasien pediatric yang menjalani tindakan pembedahan

click here for full text