PENATALAKSANAAN ANESTESI PADA WANITA HAMIL 37 MINGGU DENGAN MENINGIOMA RENCANA SECTIO CECAREA DAN MOW

Tumor intracranial pada wanita hamil jarang terjadi, dimana angka kejadian kasusnya berkisar 7 kasus dari 125.000 kehamilan. Kasus yang pertama kali  terjadi pada wanita hamil dengan tumor otak telah diterangkan oleh Bernard pada tahun 1898. Kejadian meningioma selama kehamilan jarang terjadi jika dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. ( Bogdan, 2014). Meskipun tumor intracranial jarang, tetapi seperlima kasus yang telah diketahui berujung kepada cancer yang menyebabkan kematian pada wanita saat berumur 20 hingga 29 tahun. Neoplasma gial merupakan tumor otak paling sering ditemukan, diikuti dengan meningioma dan neuromas akustik. (Zehra, 2014)

            Angka kejadian meningioma berkisar 1-4.5 per 100.000 wanita berusia 15-44 tahun. Pada beberapa tumor khususnya meningioma , gejalanya akan timbul berhubungan dengan perubahan metabolik  selama kehamilan yang akan berkembang sesuai bertambahnya umur kehamilan. Meningioma cerebral biasanya berkembang secara lambat selama kehamilan dan dapat berkembang cepat akibat pengaruh dari hormonal. (Ekkehard, 2010)

Meningioma biasanya berkembang tepat diluar otak, berkembang secara lambat, berbatas tegas, tumor jinak yang timbul dari lapisan sel arachnoid dan bukan dari duramater. Karena meningioma berkembang secara lambat, sehingga ketika didiagnosa biasanya ukurannya sudah besar. Meningioma dapat terjadi di semua lapisan sel arachnoid, tetapi paling sering ditemukan dekat sinus sagita, falx cerebri, bagian cembung dari cerebral. Tumor biasanya sering terlihat pada radiografi dan CT scan yang hasilnya dapat diklasifikasikan. Pada MRI dan angiofrafi konvensional, tumor meningioma sering terlihat mendapat suplai darah dari arteri carotis eksternal. Penatalaksanaannya dengan melakukan operasi reseksi aliran darah tersebut, biasanya prognosisnya baik. Walaupun ada beberapa tumor yang dapat timbul kembali dan dilakukan reseksi kembali. Meningioma malignan biasanya jarang sekali. (Stoelting, 2012)

            Laporan kasus ini saya buat karena meskipun wanita hamil dengan meningioma yang mau menjalani operasi section sesarea ini jarang terjadi, tetapi kita harus dapat membuat pilihan terbaik terutama dalam hal tindakan anestesi. Sehingga kita dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu hamil serta neonatus.