PENATALAKSANAAN ANESTESI PADA PASIEN DENGAN KELAINAN HATI

Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan memegang peranan utama pada beberapa fungsi fisiologi tubuh paling vital. Pada orang dewasa mempunyai berat sekitar 1500 gram atau sekitar  2 % dari berat badan. Pada arallel sekitar 5 % dari berat badan(Stoelting RK,2008)  .
            Kematian akibat penyakit hati meningkat dua kali lipat pada akhir arall ketiga di Amerika Serikat dan angka ini meningkat lebih cepat di Kanada, dimana merupakan penyebab kematian nomor 5 pada laki-laki usia produktif antara 25 – 64 tahun. Hal ini berhubungan dengan meningkatnya konsumsi aralle dimana terdapat hubungan arallel dengan kejadian penyakit hati terutama sirosis(Miller et all,2009) .

            Anestesi dan pembedahan dapat menyebabkan eksaserbasi gangguan hati pada pasien dengan riwayat penyakit hati sebelumnya dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan ancaman kegagalan hati. Persiapan preanestesi pada pasien dengan penyakit hati harus memperhatikan jenis gangguan hati dan beratnya gangguan fungsi hati yang ada. Pada pasien yang diketahui mempunyai gangguan fungsi hati, penilaian sebelum operasi dan perencanaan perawatan setelah operasi merupakan kunci keberhasilan dari pengelolaan anestesi. Gambaran dari penyakit hati adalah serupa untuk beberapa penyebab yang berbeda. Dan yang lebih penting untuk diingat bahwa penyakit hati sering mempunyai pengaruh pada beberapa organ seperti ginjal, jantung, paru dan otak(Morgan et all 2012).