Pediatric Bradycardia

Dalam menghadapi pasien pediatri kondisi kritis, penilaian cepat dan sistematis terhadap status fisiologis serta resusitasi inisial harus segera dilakukan. Intervensi terhadap obstruksi jalan napas, ventilasi, dan syok harus segera dilakukan, sambil mencari penyebab mendasar dan memfokuskan terapi pada penyebab yang reversibel. Gangguan progresif pada kondisi kritis menyebabkan bradikardi serta asistole disertai iskemik dan hipoksia otak serta organ vital lain yang signifikan dan membuat pemulihan neurologis menjadi tidak mungkin, meskipun anak bertahan dari arrest. Anak yang berespon terhadap intervensi cepat oksigenasi dan ventilasi saja atau kurang dari 5 menit dilakukan bantuan hidup lanjut lebih mungkin untuk pulih secara neurologis. Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali anak yang berisiko arrest kardiopulmonal dan melakukan intervensi yang agresif sebelum terjadi asistole. (Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JM and Deterding RR, 2007)
Berbeda dengan orang dewasa, cardiac arrest pada bayi dan anak biasanya bukan disebabkan primer dari jantung. Lebih seringnya merupakan hasil akhir dari gagal napas atau syok, yang sering disebut asphyxial arrest. Asfiksia dimulai dari periode hipoksemia sistemik, hiperkapneu, asidosis, yang berlanjut menjadi bradikardia dan hipotensi, dan akhirnya cardiac arrest. (Young KD and Seidel JS, 1999)
Mekanisme lain cardiac arrest, yaitu fibrilasi ventrikel (ventricular fibrillation/ VF) dan takikardi ventrikuler tanpa denyut (pulseless ventricular tachycardia/ VT), merupakan irama jantung awal yang dijumpai pada 5-15% cardiac arrest pada pasien pediatri di dalam dan di luar rumah sakit (Donoghue AJ, Nadkarni V and Berg RA, 2005). Insidensinya meningkat sehubungan dengan bertambahnya umur. Angka keberlangsungan hidup cardiac arrest pada bayi dan pediatri di rumah sakit pada tahun 1980 sekitar 9% (Zaritsky A, Nadkarni V and Getson P, 1987), pada tahun 2000 17% (Reis AG, Nadkarni V and Perondi MB, 2002), dan pada tahun 2006 27% (Tibballs J and Kinney S, 2006). Sedangkan untuk di luar rumah sakit, angkanya tidak berubah pada tahun-tahun tersebut, sekitar 6%.
Bradikardi pada pediatri memerlukan penanganan yang cepat karena pada pediatri cardiac output sangat tergantung pada denyut nadi. Volum sekuncup relatif tergantung pada ventrikel kiri yang belum matur dan belum bisa mengkompensasi. Penurunan cardiac output yang sangat bermakna bisa menyebabkan hipotensi, asistole, serta kematian karena cardiac arrest (Morgan GE, Mikhail MS and Murray MJ, 2006). Tim respon cepat yang merupakan bagian dari sistem respon emergensi merupakan tenaga kesehatan yang terlatih dalam menilai dan melakukan penatalaksanaan pasien kritis, secara signifikan mengurangi insidensi cardiac arrest sebanyak 72% (Sharek PJ, Parast LM and Leong K, 2007). Referat ini disusun untuk mempelajari algoritma RKP pada bradikardi pediatri menurut AHA tahun 2010, sehingga dengan mengetahui dan mengaplikasikan intervensi tersebut dapat mencegah terjadinya asistole dan cardiac arrest.