MANAJEMEN ANESTESI PADA PERIPARTUM CARDIOMYOPATHY

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) merupakan salah satu jenis dilated cardiomyopathy tanpa diketahui penyebabnya yang terjadi pada wanita hamil usia reproduktif yang jarang terjadi. PPCM memiliki angka kejadian yang rendah, 0.1% dari kehamilan tapi memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi berkisar antara 7-50%. Pada beberapa pasien, status klinis dan ekhokardiografi membaik secara cepat dan bisa kembali ke kondisi normal tetapi pada pasien lain bisa memburuk secara cepat meski sudah mendapat perawatan medis. Patofisiologi PPCM masih kontroversial, penyebab PPCM tidak bisa dijelaskan dengan etiologi tunggal karena memiliki penyebab multifaktor.1,2
                        Pada beberapa kasus akut, pengobatan meliputi penggunaan vasodilatasi intravena, obat-obat inotropik, intra-aortic ballon pump, ventricular-assist devices dan oksigenasi membrane extracorporeal. Pada kasus-kasus berat, wanita yang menderita PPCM mengalami perburukan secara cepat tanpa adanya perbaikan meski sudah mendapat perawatan medis dan mungkin membutuhkan transplantasi jantung atau pasien akan meninggal karena gagal jantung, thromboemboli dan aritmia. Pasien yang bertahan terhadap PPCM sering bisa pulih dari adanya disfungsi ventrikel kiri, namun memiliki risiko terjadinya gagal jantung berulang dan kematian pada kehamilan selanjutnya.3

                        PPCM pertama kali disimpulkan pada tahun 1971 sebagai penyakit jantung yang terjadi pertama kali pada awal atau akhir usia kehamilan. Angka kejadian tertinggi dilaporkan terjadi di Nigeria dengan 1 pada 100 kelahiran hidup. Hal ini merupakan angka kejadian PPCM tertinggi di dunia. Hal ini berhubungan dengan tradisi masyarakat Nigeria pada musim panas yang mengharuskan wanita yang baru melahirkan berbaring di ranjang lumpur yang dihangatkan selama 18 jam per hari ditambah suhu ruangan yang bisa mencapai 400C dan kewajiban untuk mengkonsumsi garam Kanwa dari danau Chad secara berlebihan dengan tujuan merangsang produksi ASI. Konsumsi garam berlebih menyebabkan volume overload.4