MANAGEMENT OF SPINAL CORD INJURY

Cedera medulla spinalis seringkali menimbulkan prognosis yang buruk akibat pengaruh terhadap sistem saraf yang mengganggu fungsi – fungsi organ sistemik. Cedera traumatik cenderung terjadi pada individu usia muda yang sehat dan belum pernah mengalami kecacatan. Cedera medulla spinalis juga memberikan beban yang besar bagi keluarga dan relasi dan rekan – rekan maupun masyarakat akibat hilangnya produktivitas, sumber daya manusia, dan biaya perawatan yang tinggi. (Eisenstein 2010; Gupta 2010)
            Kumpulan data mengenai cedera medulla spinalis di Inggris masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan Amerika Serikat di mana National Spinal Cord Injury Statistics Centre telah didirikan sejak tahun 1973. Di Inggris, sekitar 1.000 orang bertahan hidup dari cedera medulla spinalis setiap tahunnya, dengan perkiraan 40.000 orang menderita cedera medulla spinalis kronis. Sekitar 80 % cedera medulla di Inggris dan Amerika akibat trauma, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Di Inggris, jatuh menjadi 40% penyebab kasus cedera traumatik dibandingkan dengan 27% di Amerika Serikat yang disebabkan oleh trauma peluru senapan. Cedera akibat olahraga dijumpai sebanyak 10% dari total cedera medulla spinalis di Inggris, terutama akibat menyelam, rugby, dan berkuda. Berbagai faktor dapat menyebabkan cedera medulla non traumatik meliputi infeksi, tumor, dan iskemia. Infeksi tersering yang menyebabkan cedera medulla spinalis adalah akibat abses dan myelitis transversa Staphylococcus atau Tuberculosis. Baik tumor primer maupun sekunder (payudara, paru, prostat, dan renal) juga dikaitkan dengan cedera medulla spinalis, dan iskemik medulla juga dapat terjadi selama pembedahan aorta. (Sekhon 2001)

            Cedera medulla spinalis pada umumnya terjadi pada kelompok usia 18 – 30 tahun, dengan perbandingan laki – laki terhadap wanita sekitar 4:1. Cedera servikal paling sering dijumpai (50 %), dengan sisanya adalah cedera daerah lumbosakral, thoracolumbal, dan thorakal yang jumlahnya sama banyak. Ketahanan hidup pasien bergantung pada usia saat mengalami cedera dan derajat defisit neurologis. (Sekhon 2001)