GLYCOCALYX ENDOTEL DAN SEPSIS

Istilah Glycocalyx pertama kali diperkenalkan  sekitar 50 tahun yang lalu  untuk mendeskripsikan suatu polisakarida ekstraselular yang melapisi permukaan luar suatu sel. Namun dimasa lampau kesulitan untuk meneliti gylcocalyx disebabkan karena metode pengawetan yang ada waktu itu menyebabkan lapisan ini rusak dan pengamatan dengan mikroskop cahaya tidak akan bisa memperlihatkan lapisan ini karena sifatnya yang transparan. Lapisan ini hanya bisa terlihat sebagai daerah eksklusif disekitar permukaan endothel dimana tidak didapatkan eritrosit yang menempel. Dengan kemajuan terknologi fiksasi dan mikroskop elektron barulah lapisan ini bisa diteliti dengan mendalam. (Becker,2010 ;Reitsma et al, 2007)

            Pada endotel pembuluh darah, glycocalyx adalah suatu anyaman dari proteoglikan dan glikoprotein yang berkaitan dengan membran endotel dan membatasi bagian lumen dari pembuluh darah, ketebalannya bervariasi dari 0,5-4,5 ┬Ám tergantung lokasinya. Beberapa penelitian telah menunjukkan hasil yang menyokong glycocalyx memiliki fungsi proteksi dan homeostasis terhadap dinding vaskular, dimana fungsi tersebut meliputi : pemeliharaan sawar permeabilitas pembuluh darah, produksi nitrit oksida yang dipengaruhi shear stress, wadah dari enzim-enzim protektif (seperti superoxide dismutase), berbagai jenis penghambat koagulasi (antitrombin, protein C dan Penghambat jalur Tissue Factor). (Gaffney dan Evans, 2012; Reitsma et al, 2007)