CARDIAC OUTPUT DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

Tindakan bedah dan anestesi menekan sistem kardiovaskular dari tiga aspek. Aspek tersebut adalah trauma, kehilangan darah, dan obat-obatan yang mendepresi sistem kardiovaskular (Euliano, 2011). Hampir semua obat-obatan anestesi merupakan obat yang mendepresi sistem kardiovaskular. Trauma mencetuskan serangkaian stress neuroendokrin yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. 

Ahli bedah sendiri dalam tindakannya dapat menekan vena kava, jantung, paru, usus yang akan menimbulkan reflekreflek yang mempengaruhi sistem kardiovaskular, atau bahkan menyebabkan kebocoran cairan pada jaringan yang mengalami trauma. Terbukanya rongga peritoneum atau pleura menyebabkan evaporasi yang lebih banyak. Begitu juga perdarahan yang dapat timbul di setiap pembedahan (Euliano, 2011). 

Dengan beratnya tekanan yang dihadapi sistem-sistem organ tubuh, masih ditambah lagi dengan obat-obatan anestesi yang diberikan seorang anestesiologist, penggunaan ventilasi mekanik, dan pemberian cairan infus yang relatif lebih dingin daripada suhu tubuh, membuat seorang anestesiologist harus waspada terhadap seluruh faktor ini, dan melakukan yang terbaik untuk menjaga sistem ini sedekat mungkin dengan kondisi fisiologis. 

Oleh karena itu sangat baik bagi seorang anestesiologist memiliki dasar yang kuat di bidang fisiologi, khususnya sistem kardiovaskular. Pada tinjauan pustaka ini penulis membahas tentang cardiac output dan komponenkomponennya sebagai dasar untuk memahami efek anestesia terhadap sistem kardiovaskular.