ANESTESIA PREMATURITAS

Pada tahun 2004 sampai 2005 insidens prematuritas di Amerika Serikat relatif stabil sekitar 10%, sedangkan di Eropa dan beberapa negara maju lainnya berkisar antara 5-9%(Litman et al. 2004;Wikipedia 2014d) serta di Inggris sekitar 13%.(Vicoria Pribul MD 2012) Bayi prematur adalah bayi lahir hidup yang dilahirkan setelah usia gestasi lebih dari 20 minggu dan sebelum full term, dengan berat lahir antara 500-2499 gram(Litman, Ronald S, & DO 2004) atau jika bayi terlahir dalam periode hari ke-259 setelah haid terakhir(George A Gregory and Dean B Andropaulus 2012) atau sebelum 37 minggu usia gestasi.(Cote and Charles J.MD 2005;Morgan et al. 2006;Vicoria Pribul MD 2012) Faktor risiko terjadinya prematuritas meliputi kurangnya pemeriksaan selama kehamilan, status sosial ekonomi rendah, pecandu rokok, nutrisi yang kurang, dan infeksi traktus genitourinarius. Meskipun angka prematuritas relatif konstan, angka mortalitas perinatal telah menurun sampai sekitar 9 dari 1000 kelahiran hidup.(Litman, Ronald S, & DO 2004) Semakin prematur bayi tersebut, semakin berisiko mengalami kematian selama periode neonatal dan semakin sering membutuhkan tindakan pembedahan.(George A Gregory & Dean B Andropaulus 2012) Bayi yang dilahirkan dengan usia gestasi 34-36 minggu memiliki risiko kematian 3x lipat sedangkan yang dilahirkan dengan usia gestasi 32-33 minggu memiliki risiko kematian 7x lipat pada tahun pertama kehidupan dibanding bayi aterm.(Litman, Ronald S, & DO 2004) Telah diupayakan berbagai cara untuk menurunkan angka mortalitas bayi, bahkan pada bayi yang sangat kecil sekalipun. Perbaikan angka morbiditas dan mortalias perinatal, prematuritas tetap merupakan faktor risiko independen untuk terjadinya mortalitas selama masa balita.(Litman, Ronald S, & DO 2004) Namun, dengan semakin meningkatnya angka ketahanan hidup, akan menimbulkan masalah baru berupa komplikasi yang bisa juga disebabkan iatrogenik (misalnya duktus arteriosus persisten, retinopati prematuritas dan enterokolitis nekrotikans).(George A Gregory & Dean B Andropaulus 2012;Vicoria Pribul MD 2012) Berbagai masalah yang dialami oleh neonatus prematur disebabkan karena immaturitas sistem organ utama atau terjadinya asfiksia intrauteri. (Morgan, G Edward Jr.MD, Maged S, Mikhail.MD, Michail J. & Murray MD.Phd 2006) Tindakan anestesia pada bayi prematur sering kali sulit karena sering mempunyai penyakit multisistem dan mempunyai respon yang buruk terhadap anestesia.