Staff Anestesiologi Dan Terapi Intensif

FK UNS-RSUD Dr.Moewardi Surakarta

PPDS Anestesiologi Dan Terapi Intensif


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa kami ucapkan atas penyertaanNya sehingga kami dapat terus maju dan berkembang. Kami menyadari bahwa perkembangan Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif begitu cepat di era teknologi informasi akhir – akhir ini. Untuk itu Program Pendidikan Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif FK UNS meluncurkan website resmi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk akses informasi terkini baik untuk kepentingan akademis antar resident, alumni, dan staf pengajar maupun antara bagian Anestesi dan Terapi Intensif dengan masyarakat. 

Kami memiliki komitmen mendalam terhadap peguatan pengetahuan dasar anestesi, critical care, pain management, regional anestesi, anestesi kardiovaskuler, anestesi pediatric, dan tentu saja komitmen kami terhadap pendidikan resident. Semoga dengan terbentuknya website ini kita dapat mengembangkan dan memajukan PPDS Anestesi dan Terapi Intensif FK UNS menjadi pusat pendidikan dokter spesialis anestesi yang berkualitas dan mempunyai reputasi tinggi serta kompetitif, dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar global.

Wassalamu'alaikum.

dr. Mulyo Hadi Sudjito, SpAn-KNA
Ketua Program Studi
Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNS / RSUD DR. Moewardi


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa kami ucapkan atas penyertaanNya sehingga kami dapat terus maju dan berkembang. Kami menyadari bahwa perkembangan Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif begitu cepat di era teknologi informasi akhir – akhir ini. Untuk itu Program Pendidikan Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif FK UNS meluncurkan website resmi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk akses informasi terkini baik untuk kepentingan akademis antar resident, alumni, dan staf pengajar maupun antara bagian Anestesi dan Terapi Intensif dengan masyarakat. 

Kami memiliki komitmen mendalam terhadap peguatan pengetahuan dasar anestesi, critical care, pain management, regional anestesi, anestesi kardiovaskuler, anestesi pediatric, dan tentu saja komitmen kami terhadap pendidikan resident. Semoga dengan terbentuknya website ini kita dapat mengembangkan dan memajukan PPDS Anestesi dan Terapi Intensif FK UNS menjadi pusat pendidikan dokter spesialis anestesi yang berkualitas dan mempunyai reputasi tinggi serta kompetitif, dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar global.

Wassalamu'alaikum.

dr. Mulyo Hadi Sudjito, SpAn-KNA
Ketua Program Studi
Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNS / RSUD DR. Moewardi

.

INDONESIA PICU PICU 2016



.

INDOANESTHESIA 2016



.

PENATALAKSANAAN TERAPI INTENSIF PADA WANITA DENGAN MYASTENIA GRAVIS

Laporan Kasus

PENATALAKSANAAN TERAPI INTENSIF PADA WANITA DENGAN MYASTENIA GRAVIS






Disusun oleh:
Andi Ris Firmansyah
PPDS I Anestesiologi dan Terapi Intensif


Pembimbing:
dr. Eko Setijanto, MSi. Med, Sp. An. KIC



 SMF ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
FK UNS SURAKARTA/RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2012
BAB I TINJAUAN PUSTAKA


A. Pendahuluan
Menurut Romi, et al. (2005), Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kelemahan pathologis yang bersifat fluktuatif dengan remisi dan eksaserbasi meliputi satu atau beberapa kelompok otot, yang disebabkan karena antibodi pada reseptor asetilkolin (AchR) pada lokasi post-sinaptik dari Neuromuscular junction.  Miastenia gravis ( MG ) memiliki prevalensi 85-125 per juta orang, dan dengan insidensi tahunan 2-4 per satu juta penduduk. Penyakit ini rawan diderita wanita usia 20-40 tahun dan usia 60-80 tahun pada pria maupun wanita.
Miastenia gravis adalah salah satu jenis penyakit autoimun pada manusia. Sedangkan pada manusia yang menderita miastenia gravis, ditemukan adanya defisiensi dari acetylcholine receptor (AchR) pada neuromuscular junction atau terjadi gangguan autoimun yang mempengaruhi neuromuscular junction (NMJ) dan ditandai dengan kelemahan dan kelelahan otot yang hilang timbul. NMJ terdiri dari presynap dan post synap yang dipisahkan oleh celah yang disebut dengan celah synap (synaptic space). Saraf terminal mengandung vesikel yang berisikan Acetylcholine (Ach) yang dilepas karena adanya pengaruh potensial aksi. Molekul Ach kemudian berikatan dengan reseptor post synap dan menyebabkan terjadinya potensial aksi otot  ( gambar 1). Myastenia gravis yang didapat ( acquired myasthenia gravis ) dan Eaton-Lambert syndrome, beberapa toksin dan obat bisa menimbulkan syndrome seperti myasthenia dan mempengaruhi neuro muscular junction (NMJ) meliputi Botulism, tetanus, racun, aminoglycoside, hypermagnesia, quinidine, dan keracunan organophosphate (Awwad 2001, Michael K dan Salim L 2006, Howard 2008).

UNTUK KETERANGAN TINJAUAN PUSTAKA LEBIH LANJUT KLIK DISINI

Laporan Kasus

PENATALAKSANAAN TERAPI INTENSIF PADA WANITA DENGAN MYASTENIA GRAVIS






Disusun oleh:
Andi Ris Firmansyah
PPDS I Anestesiologi dan Terapi Intensif


Pembimbing:
dr. Eko Setijanto, MSi. Med, Sp. An. KIC



 SMF ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
FK UNS SURAKARTA/RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2012
BAB I TINJAUAN PUSTAKA


A. Pendahuluan
Menurut Romi, et al. (2005), Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kelemahan pathologis yang bersifat fluktuatif dengan remisi dan eksaserbasi meliputi satu atau beberapa kelompok otot, yang disebabkan karena antibodi pada reseptor asetilkolin (AchR) pada lokasi post-sinaptik dari Neuromuscular junction.  Miastenia gravis ( MG ) memiliki prevalensi 85-125 per juta orang, dan dengan insidensi tahunan 2-4 per satu juta penduduk. Penyakit ini rawan diderita wanita usia 20-40 tahun dan usia 60-80 tahun pada pria maupun wanita.
Miastenia gravis adalah salah satu jenis penyakit autoimun pada manusia. Sedangkan pada manusia yang menderita miastenia gravis, ditemukan adanya defisiensi dari acetylcholine receptor (AchR) pada neuromuscular junction atau terjadi gangguan autoimun yang mempengaruhi neuromuscular junction (NMJ) dan ditandai dengan kelemahan dan kelelahan otot yang hilang timbul. NMJ terdiri dari presynap dan post synap yang dipisahkan oleh celah yang disebut dengan celah synap (synaptic space). Saraf terminal mengandung vesikel yang berisikan Acetylcholine (Ach) yang dilepas karena adanya pengaruh potensial aksi. Molekul Ach kemudian berikatan dengan reseptor post synap dan menyebabkan terjadinya potensial aksi otot  ( gambar 1). Myastenia gravis yang didapat ( acquired myasthenia gravis ) dan Eaton-Lambert syndrome, beberapa toksin dan obat bisa menimbulkan syndrome seperti myasthenia dan mempengaruhi neuro muscular junction (NMJ) meliputi Botulism, tetanus, racun, aminoglycoside, hypermagnesia, quinidine, dan keracunan organophosphate (Awwad 2001, Michael K dan Salim L 2006, Howard 2008).

UNTUK KETERANGAN TINJAUAN PUSTAKA LEBIH LANJUT KLIK DISINI

.